Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Macam - Macam Rangkaian Transistor Sebagai Saklar

Sekilas Kegunaan Transistor

Transistor adalah salah satu komponen elektronika dasar yang sering dijumpai dalam rangkaian elektronika yang banyak digunakan sebagai switch, penguat arus, penguat tegangan dan juga lainnya.

Di dalam postingan ini akan kami berikan berbagai jenis rangkaian transistor dasar yang dapat dikembangkan dan digunakan oleh para pembaca.

Rangkaian Transistor 1

Di sirkuit ini ada dua transistor. Pada transistor pertama basis di-ground dan tidak ada arus bisa mengalir ke dalamnya. Akibatnya transistor "mati" dan tidak ada arus yang dapat mengalir melalui bohlam. 

Dalam kasus lain ada arus yang mengalir ke basis sehingga transistor "on" dan arus dapat mengalir melaluinya sehingga bola lampu menyala.


On - Off transistor
Rangkaian Transistor 1

Rangkaian Transistor 2

Kedua resistor dipasang sedemikian rupa sehingga basis transistor berada pada tegangan yang cukup tinggi agar arus mengalir ke dalamnya dan akibatnya transistor menyala. Akibatnya arus mengalir melalui bola lampu yang memancarkan cahaya.

Dalam rangkaian transistor 2 ini resistor yang terhubung ke basis difungsikan sebagai pembagi tegangan.

Transistor dengan pembagi tegangan
Rangkaian Transistor 2

Rangkaian Transistor 3

Dalam hal ini arus yang mengalir ke basis dapat divariasikan. Jika arusnya besar, transistor menyala dan bola lampu menyala. Jika penunjuk pada potensiometer digerakkan ke bawah, arusnya ke dalam basis turun sampai transistor mati dan tidak ada arus yang mengalir melalui bola lampu.


Rangkaian Transistor Dengan Arus Basis Yang Dapat Di Atur
Rangkaian Transistor 3

Rangkaian Transistor 4

Pada prinsipnya ini sama dengan sirkuit 3 kecuali lampu menyala dan koil relay diaktifkan dan ini pada gilirannya menyalakan bola lampu di sirkuit sekunder.
Transistor dengan switch relay
Rangkaian Transistor 4

Rangkaian Transistor 5

Awalnya kapasitor diisi melalui resistor di atasnya. Akhirnya pelat atas dari kapasitor mencapai potensi sedemikian rupa sehingga arus mulai mengalir ke basis transistor, menyalakan transistor dan menyebabkan bohlam bersinar.

Rangkaian Switch Dengan Waktu Tunda
Rangkaian Transistor 5

Rangkaian Transistor 6

Dalam hal ini kapasitor mengisi hingga pelat bawahnya berada pada potensi rendah sehingga tidak ada
Arus dapat mengalir ke basis transistor. Hasilnya adalah transistor pada awalnya aktif, tapi kemudian setelah jangka waktu dinonaktifkan. Di kedua sirkuit 5 dan 6 ada efek delay. Setelah jangka waktu tertentu, yang dapat ditentukan oleh pilihan resistor dan kapasitor, transistor dinyalakan atau dimatikan.


Rangkaian Transistor 6
Rangkaian Transistor 6

Rangkaian Transistor 7

Ini mirip dengan rangkaian 5 kecuali bahwa dengan memvariasikan nilai resistor variabel itu
mungkin untuk memvariasikan waktu yang diperlukan sebelum transistor dinyalakan.

Berikut ini adalah rangkaian transistor 7.


Rangkaian Transistor 7 On - Off Delay Yang Dapat di Atur
Rangkaian Transistor 7


Slamet Cell
Slamet Cell Konter pulsa di Desa Genting, Kec. Jambu, Kab. Semarang, Jawa Tengah